MENCULIK MIYABI
Oke. Siapa yang tidak kenal dengan dua kalimat diatas. Judul film yang mengundang banyak kontroversi sebelum bahkan sesudah ditayangkan. Tapi, disini saya bukan ingin membahas tentang sebuah kontroversi. Saya hanya akan sedikit bercerita tentang ke’nikmat’an yang saya rasakan ketika nonton film tersebut.
Awalnya, saya tidak berniat sama sekali untuk menonton film itu. Sejak lima hari yang lalu, saya dengan ketiga teman saya merencakan untuk menonton manusia setrika-iron man. Tapi, baru malam ini kami bisa meluangkan waktu untuk pergi menonton bersama. Pertama, kami mengunjungi empire XX1. Dari pertama masuk tempat parkir, saya sudah melihat betapa ramainya kendaraan yang terparkir, apalagi di dalam? Mungkin lebih ramai. Dan ya, memang benar, keadaan di dalam studio lebih ramai. Saya mulai khawatir tidak kebagian tiket malam ini. Dan ternyata benar saja, di atas loket pembelian tiket terpampang jelas tulisan “tiket iron man 2 hari ini sudah habis”. Kami kecewa. Lalu kami berunding sejenak di sofa dekat kaca yang langsung menembus pemandangan mobil-mobil yang berjejer rapi di luar.
Kira-kira begini lah perbincangan kami:
Gimana ini? Apa kita harus pulang? Jangan. Sayang banget udah keluar malem gini, tapi gak jadi nonton. Terus? Mau nonton apa? Wah, kalo film Hachiko gue udah nonton. Yang laennya gak seru kayanya. Terus mau nonton apa?ke studio 21 aja yuk. Ntar dulu, kita buka 21cineplex.com. jam 21.10 “menculik miyabi”. Gimana nih? Mau nonton ini aja? Jangan dong, gila aja, masa gue nonton itu? Kaga suka, ngeri. (saya menolak). Tenang aja ndi, filmnya gak kaya gitu ko. Iyah ndi, udah nonton itu ja lah, daripada gak jadi nonton. Iya iya, terserah kalian deh, gue ngikut ajah. (akhirnya, saya menyerah).
20.50 kita berangkat menuju amplas. Tepat pukul 21.10 kita sampai tujuan. “pertunjukan film di teater empat sudah dimulai. Bagi yang sudah memilki tiket harap segera memasuki teater empat.” ‘Penyiar radio’ bioskop sudah cuap cuap, “menculik miyabi” sudah dimulai.
Udah mulai filmnya, masih mau nonton po? Sayang tau. (saya mencari-cari alasan). Baru mulai ndi, gak papa.
Akhirnya, kami mengantri. Masyarakat teater 4 ternyata sudah sangat ramai, kami kebagian kursi tengah agak di depan. Ya, ternyata film baru saja di mulai. Kami tidak begitu telat. Saya mulai mensugesti pikiran saya kalau film ini bagus dan menyenangkan, namanya juga komedi.
Film terus berjalan, ternyata saya menikmatinya. Bukan karena body sang miyabi dan mi you bi yang antic. Tapi, karena tingkah laku 3 pria idiot di samping saya. Hahaha. tapi ternyata, tingkah laku 3 pria idiot di samping saya dapat dikalahkan oleh 3 pria looser di dalam film yang kami tonton. Hampir di setiap adegan mereka, para penonton seantero studio tertawa terbahak-bahak, mereka sangat konyol. Saya pun tidak melewatkan kesempatan untuk ikut tertawa. :D
Wow. NIKI TIRTA ??? o.O
Seorang anggota 3 pria looser itu adalah NIKI TIRTA. Artis idola saya sejak saya SMP. Kenapa saya mengidolakannya? Pertama, karena dia ganteng. Kedua, dia cute. Ketiga, dia manis. Ke empat, dia keren. Wowowowowowow. Saya langsung antusias dengan film ini. Saya mulai menikmati film ini karena dia. Ya, kenikmatan yang saya rasakan adalah ketika saya melihatnya berakting dengan sangat cool di film itu. Hehehe
Oh ya, hampir saja saya melewatkan untuk bercerita tentang film itu. Saya tidak pernah membaca synopsis film itu. Menonton trailer nya pun saya tidak pernah. Tapi, saya sudah langsung bisa menangkap alur ceritanya dari awal hingga akhir. Kisah film ini menurut saya standar, ya, seperti FTV” di SCTV saja. Tapi, salah satu pemeran utama dalam film ini lah yang membius banyak orang untuk menonton film ini, yaitu MIYABI. Siapa yang tidak mengenal MIYABI? Artis Jepang yang terkenal karena parasnya yang cantik dan keberaniannya untuk memerankan adegan-adegan tak senonoh. So, setelah saya tonton, peran MIYABI di sini tidak terlalu banyak. Adegan-adegan yang ia perankan juga tidak terlalu panas seperti yang saya atau mungkin banyak orang bayangkan. Lalu, apakah para penonton pria kecewa dengan hal ini? Bisa saja iyah atau bisa saja tidak bagi mereka yang memang tidak begitu mengidolakan artis yang satu ini.
Terlepas dari kisah film “menculik miyabi” ini, saya sangat menikmati film ini karena DIA. Tak sampai tega saya memejamkan mata ketika film berlangsung karena DIA. Tak berhenti saya merdecak kagum ketika melihat parasnya yang membuat saya berandai-andai. Hahaha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar