Cari Blog Ini

Pages

Selasa, 07 September 2010

My Ex ---> My Bro :p

Masa lalu, bagi sebagian orang adalah hal yang paling di benci.

Masa lalu, bagi sebagian orang sama dengan emosi.

Melupakan menjadi tujuan utama.


Saya hanya ingin mengingat masa lalu, bukan untuk membenci, bukan pula untuk membangkitkan emosi.

Ini tentang kisah masa laluku yang sempat indah, kemudian suram dan berakhir indah :)


Berawal dari sebuah sekolah yang memiliki tingkat pengamanan yang cukup ketat. Sekolah yang merangkap asrama. Ya, aku dan dia berasal dari sekolah yang sama.Belum genap satu tahun aku disana, dan dia, sudah melebihi ku setahun. Kami berhubungan, bukan seperti teman biasa, tetapi berpacaran. Walaupun tingkah kami biasa saja, tapi kami memiliki rasa yang berbeda dibandingkan dengan yang lainnya, maka kami sebut berpacaran.


16 Juli 2003, kami resmi menjalin hubungan. Dia menyatakan suka dengan tingkahnya yang konyol. Saat itu, aku sedang belajar malam di salah satu kelas. Tiba-tiba ia menghampiriku dari luar jendela. Awalnya aku takut, karena di sekolahku, sesama lawan jenis tidak boleh bertemu ditambah lagi mengobrol jika bukan untuk hal penting. Tapi, karena desakan teman-temanku, akhirnya aku memberanikan diri menghampirinya dari dekat jendela. Aku di dalam dan ia di luar jendela. Tiba-tiba, dengan santainya ia berkata “I love you”. Hahaha..mungkin sekarang ini pernyataan cinta seperti itu dianggap norak. Tapi, saat itu, gaya seperti itulah yang sedang ngetrend (mungkin). Tidak munafik, aku senang sekali. Senyum Ge-er campur malu. Bagaimana tidak? Itu adalah kali pertamanya aku di tembak cowo. Namun, aku tidak langsung menjawabnya. Tetapi, aku menyuruhnya untuk menunggu hingga dua hari ke depan.


Malam kedua, aku berkumpul di corridor asrama dengan kelima teman ku yang lain. Kami ngobrol sekaligus rapat yang sebenarnya ini tidak penting. Seorang kakak kelasku yang dekat dengan ku bertanya, apakah aku akan menerima dia(sang lelaki yang menembakku kemarin) atau malah akan menolaknya. Dan aku pun hanya bisa menjawab “bingung”. Karena jawaban ku yang tidak pasti, akhirnya sang kakak menyuruh kami melakukan voting. Hasilnya, 3 orang memilih untuk menerimanya, dan 2 orang lagi memilih untuk aku menolaknya. Karena dalam voting suara mayoritas adalah pilihan yang harus di ambil, akhirnya aku memutuskan untuk menerimanya.


Keesokan harinya, matahari sedang memancarkan sinarnya yang terik, tepat di atas kepalaku. Suasana sekolah sedang sepi. Aku pergi ke sebuah pagar samping kamar mandi kelas. Tepat di depanku, ada dia. Dia yang dua hari lalu menembakku. Saat itu juga, aku bilang iya untuk jadi pacarnya. Aku senang, dan ia pun terlihat begitu sepertinya. Akhirnya, kami resmi berpacaran sejak hari itu. 16 Juli 2003.


Liburan sekolah pertamaku, aku ingat sekali. Saat itu kami pulang ke rumah masing-masing. Rumah kami berjauhan. Sesampainya aku di rumah, hape ku langsung bordering tanda sms masuk. Dan betapa senangnya aku, mendapat sms dari sang pacar, “kangen kamu..” :D

Itu sms pertama ku dari dia.


Bulan demi bulan kami lalui dengan status yang sebenarnya di larang oleh peraturan sekolah. Banyak hal konyol yang kami lakukan. Menulis puluhan surat dalam bentuk kertas maupun buku. Sembunyi-sembunyi di tempat yang sepi untuk sekedar bertemu atau yang biasa di bilang ngedate.haha


Ada satu peristiwa yang paling aku ingat sampai sekarang. Saat itu, pikiran ku memang sedang bego-begonya. Yaa layaknya anak kecil lah yang labil :p


Sore itu aku bermain basket, sebelumnya aku menitipkan pesan kepada seorang temanku untuk disampaikan kepada dia pacarku di kampus sebelah. Selesai main, aku mendapat laporan dari temanku.


“ndi, udah gue sampein, tapi pas gue bilang ‘ka, indi minta putus’ dia marah banget loh ndi, bola basket dia lempar gitu aja ke lapangan, terus langsung pergi ke asrama, gue ampe takut”


Hah? Responku hanya kaget, tidak menyangka kalau dia akan sampai seperti itu. Padahal, awalnya aku hanya ingin mengetes dia, apa dia percaya begitu saja? Aku hanya ingin melihat responnya yang menunjukkan kalau dia memang benar sayang aku. Tapi, dia malah marah. Aku ketakutan. Saat itu pula aku pergi ke kamar kosong dan nangis. Entah kenapa saat itu aku gampang sekali menangis. Sampai akhirnya aku demam hingga tiga hari, mungkin karena memang keadaanku saat itu sedang kecapaian main basket di tambah lagi ada kejadian seperti itu, ya lengkaplah sudah. Aku pun drop. (lebay abis) haha


Tak lama, sekitar bulan agustus atau september, ada peristiwa yang lebih parah dari itu. Saat itu aku baru saja menyelesaikan liburan semesterku dan kembali lagi ke sekolah. Siangnya, aku mampir sebentar ke kampus dia untuk memberikan kado untuk ulang tahunnya. Ku titipkan semua kado kepada salah seorang temannya. Malam harinya, setelah solat Isya, murid” di kampus ku, baik laki-laki maupun perempuan, di kumpulkan di musola. Sang Guru tiba-tiba membacakan sebuah surat yang tidak lain dan tidak bukan adalah milikku, surat yang belum sempat aku kirim kepada pacarku. Betapa malunya aku. Dan dia menyatakan masih ada 11 surat lagi yang belum dibaca. Kemudian aku pun di suruhnya mengaku. Aku berdiri, dan ia tersenyum kecut. Mata teman” ku pun semua tertuju padaku. Ada tatapan yang menyiratkan rasa kasihan kepadaku, ada yang menyumpah serapah dalam diam “mampus loh ndi”. Intinya saat itu aku sangat malu. Kakak kelas benar-benar sinis padaku, menyindirku sepanjang hari. Kesal, dendam, malu semua campur aduk. Namun, aku menerimanya. Yang aku pikirkan, bagaimana keadaannya di kampus seberang sana?


Dan ternyata, keadaannya pun tak jauh beda dengan ku. Yasudahlah, ini sudah jadi resiko kami, fikirku.


Tak genap lima bulan, ia memutuskan hubungan. Aku ingat sekali. Sebelum ia memutuskan hubungan, ia memang sangat cuek. Seperti tak peduli bahwa aku ini masih pacarnya. Namun, hari itu aku mendapat kabar dari temannya kalau ia sakit dan belum kembali ke sekolah. Aku pun langsung ke wartel dan meneleponnya untuk menanyakan kabar. Awalnya, ia benar” tidak mau menerima telpon dari ku. Namun, sepertinya ia di paksa oleh sang kakak untuk menerima telpon ku. Bukan kalimat yang ku mau yang keluar dari mulutnya. Tiba-tiba saja ia meminta untuk putus saja. Aku kaget. Tidak menyangka. Tapi aku sadar, semuanya memang tidak dapat dipaksakan. Pasrah. Kami pun putus.

tak lama, ada seorang teman yang bilang, barang" yang aku kasih ke dia, dia kasih lagi k temannya. (beuh..yg ini nyolot abis)

Hahahaha itulah kisah konyol ku.

Kamu tau? Sejak saat itu, aku sangat membencinya. Sering terlintas di pikiranku untuk balas dendam. Aku tidak munafik, aku sakit hati, sakit sekali. Pertama kalinya mencintai dan menyayangi orang, sudah harus merasakan sakit hati. Memang semua itu bagi kami adalah cinta monyet. Pacaran yang tidak serius, hanya main” mungkin. Tapi, saat itu aku benar-benar sayang dia, walaupun tidak baginya. Bodoh. Perempuan memang terlalu sensitive perasaannya. Haha


Sekarang, lima tahun berlalu. Semua nya sudah berubah. Namun, aku tetap tidak pernah melupakan masa lalu itu. Yang berubah hanya waktu dan rasa benci serta dendamku. Aku sudah tidak lagi membencinya, dan tidak pula dendam padanya. Aku malah menyayanginya sekarang. Meski bukan rasa sayang seperti lima tahun yang lalu. Aku menyayanginya karena ia kakak ku, kakak yang telah menganggapku adik perempuannya. Entah berapa puluh adik yang Ia punya, aku tetap bersyukur, hubungan ku tidak lama suram. Aku dan dia, baik-baik saja, malah semakin baik sekarang. Dan akhirnya, kisahku ber-ending indah. Terimakasih kakak :)


I LOVED YOU DEARLY, MY Brother… ;)

INI KISAH KITA :)

betapa bahagianya gue punya temen kaya kalian..



sekitar 4 tahun yang lalu kita pisah..

masing-masing orang membawa dirinya berpencar menjauh dari "penjara"



beberapa dari kalian memang memilih untuk tetap tinggal dan mengabdi pada sang guru untuk membalas jasa atau bahkan sekedar mengisi kekosongan dengan pengalaman,

tapi tetap saja, kita berpisah.



7 tahun yang lalu kisah kita di mulai, dengan tampang konyol (kacamata bulat, celana cutbray, rambut cepak) yaaa banyak hal yang membuat tampang kita konyol..gaya seperti itu berlangsung hingga 3 tahun selanjutnya..



namun, bukan hanya gaya yg perlu kita ingat, prestasi?

wah angkatan kita tidak kalah dengan itu, dari mulai prestasi akademik sampai non-akademik kita punya,

tak perlu disebut, kalian tentu tau..



ada satu hal lagi yang paling tak terlupakan,

hukuman.

ya, mungkin tiap orang dari kita pernah mendapat hukuman, dari yang kecil hingga yang terberat sekalipun.



ok, jika mengulas hukuman yang pernah saya terima, mungkin tidak akan sanggup jari ini mengetik..

kita berbicara tentang apa yg pernah kita alami secara universal..

kalian ingat pernah di pukul pakai "misjab" atau sekali-kali pakai kayu (rotan mungkin) sebelum masuk ke masjid karena telat?

kalian ingat pernah di tampar oleh sang ustad karena kebegoan kalian melakukan kesalahan dan ketahuan?

kalian ingat pernah dipermalukan di depan semua murid karena kesalahan parah yang pernah kalian lakukan? (saya pikir ini hanya dialami saya, dan beberapa teman saja) haha

kalian ingat pernah bertengkar, adu mulut, saling caci dengan angkatan lain?

kalian ingat pernah di sidang hingga malam hari karena kesalahan konyol yang terkadang kita tak pernah melakukannya?

kalian ingat ketika dipergoki orang lain (kaka kelas, guru, atau siapa lah) sedang berjumpa dengan lawan jenis di siang atau malam hari? hahaha

dan masih banyak lagi hukuman yang pernah kita terima, tidak akan cukup jika saya tulis semuanya..



selama 3 tahun..kita hidup serba teratur dan di atur..

mulai dari kegiatan pagi hari hingga malam hari,

otak kita harus terbagi..pelajaran umum dan agama, semua harus serasi, harus adil, dan mampu kita pelajari.

dari bangun subuh hingga tidur malam hari, kita tidak pernah lepas dari bahasa asing, arab ataupun inggris,

walaupun sekali-kali kita sering mengacuhkannya dan berujung pada hukuman (lagi)

sebelum tidur, harus belajar malam di luar asrama, yg terkadang kita belajar di bawah lampu remang-remang karena lampu terang sudah padat manusia.



yaa semua penuh perjuangan.

perjuangan yang sampai mati pun tak akan pernah kita lupa.



kini, di umur kita yang semakin tua..

semua hal di atas sudah terlepas.

layaknya burung keluar dari sangkar,

kita senang, kita bebas.

bergaya dengan gaya jaman sekarang.

tak ingin di sebut norak atau kampungan dengan pakaian jaman dulu di penjara.

bagi sang lelaki, rambut pendek bukan jamannya lagi, memanjangkan rambut, inilah saatnya.

celana cut bray tak bisa di pakai lagi, mereka mengubahnya dengan celana beggy atau bray cut ? entah lah apa namanya..

dan sang wanita?

beberapa dari mereka benar" mengubahnya, walau beberapa lainnya masih berpegang teguh pada pendiriannya.

jilbab di perpendek, baju pun di perpendek sedikit,

rok mulai jarang di pakai, dan di ganti dengan celana jeans lurus ngetat.



tak jarang orang menilai kami berubah menjadi bejat.

sesungguhnya bukan itu yang kami mau,

kami hanya mengubah cover kami, bukan isi kami.

kepribadian kami masih tetap seperti dulu, tak ada yg berubah karena itu adalah kami, diri kami.

kami selalu berusaha menampilkan kami apa adanya.



teman-teman,

gathering kemarin sesungguhnya telah membuka mata saya lebar-lebar..

kita sudah semakin berubah, dewasa mungkin...umur semakin bertambah, cerita sejak 7 tahun yang lalu sudah menjadi kisah yang hanya bisa di kenang..

kita ini keluarga..

4 tahun ke depan, mungkin kita sudah punya keponakan, anak dari teman kita sendiri..

keluarga kita semakin lama semakin bertambah



ingat lah kawan, semua perjuangan kita adalah yang membuat kita sekarang seperti ini,

tanpa kita sadari, pahit manis di dalam penjara dulu, membuat kita dewasa, tegar dan mampu menghadapi kejamnya dunia luar

semua itu tak akan mudah di lupakan..

untuk itu, ingat kita slalu, jalin tali silaturrahmi yang erat..

jangan samapi putus hingga 5 tahun ke depan, sepuluh tahun, 20 tahun, 50 tahun

bahkan hingga ajal menjemput kita !

:)



"kehidupan di alam pondok..

laksana di penjara katanya..

tapi yang ku rasakan tak serupa..

malah ku rasakan cukup indah :))"